Bahasa & Filsafat #2

Saya merasa yakin bahwa siapapun yang melakukan instropeksi akan dengan segera bisa menyadari bahwa banyak proses pemikiran dan pengalaman yang tidak melibatkan bahasa.

Bagaimana, misalnya, kita bisa meng-kata-kata-kan rasa daging, kerupuk, suara si A, suara si B? Bagaimana kita menjelaskan dengan kata-kata lukisan monalisa atau last supper nya leonardo da vinci?

Jadi, tidak lah benar bahwa kita mengalami dunia melalui kategori-kategori linguistik yang membentuk pengalaman kita atas dunia. Tidak benar pernyataan bahwa "dunia adalah sebagaimana kita deskripsikan melalui kata-kata".

Kata-kata-tentang-realitas adalah suatu hal. Realitas adalah hal lain.

One thought on “Bahasa & Filsafat #2

  1. Puji Syukur yg memperjalankan siteap aktifitas hambanya.Mudah2an termasuk orang yg beruntung Amiin ..tanpa direncana akhirnya sy berlabuh di web ini, mudah2an dapat mereguk ditengah kehausan. dlm perjalanan hidup yg penuh kebimbangan.Bila berkenan sy ingin berkonsultasi dengan Pengasuh lewat email, kiranya Alloh menjadikan Bapak sbg hamba Alloh terpilih utk mencerahkan kebutaan dan kebodohan hamba dalam berkeagamaan (memahami nur cahaya al-Islam).Sekali lagi ditengah dapat saya duga kesibukan Bapak kiranya Bapak bermurah hati untuk dapat menjawab kegelisahan, kegalauan saya.jazakallohu, hatur nuhunWassalammualaikum Wr. Wb.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *