Skip to content

Cash Basis vs Accrual Basis Accounting

Difference-between-Cash-Accounting-and-Accrual-Accounting.png

Pagi ini, saya membaca berita terkait penolakan dua komisaris Garuda terhadap laporan keuangan yang disampaikan oleh manajemen Garuda untuk tahun buku 2018.

'Kasus' ini menarik perhatian saya, karena masalah yang sama sering saya hadapi. Kita senang dengan laporan keuangan yang menggambarkan untung besar, deviden besar. Tapi, saat pembagian deviden, ternyata uang tidak ada.

Berikut adalah link-link berita nya:

https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-4523309/2-komisaris-tolak-laporan-keuangan-garuda

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20190424204726-92-389396/membedah-keanehan-laporan-keuangan-garuda-indonesia-2018

Bagi sebagian penikmat issue2 politik, berita ini menjadi amunisi menarik, untuk membahasnya dari aspek politik. Bagi saya, urusan perut dan survival, sementara masih lebih penting untuk dibahas dan di-analisa. Jangan sampai kejadian yang sama terjadi dalam usaha yang kita jalankan.

Ilusi Pendapatan

Untuk menghindari 'ilusi pendapatan', kebijakan akuntansi yang kita terapkan adalah pencatatan 'Cash Basis'. Catat, bukukan, jurnal saat pendapatan diterima tunai (kas / bank). Jangan di-catat-kan di pendapatan kalau baru sebatas piutang. Kalau memang perlu di-catat (dan memang perlu dicatat), maka catatlah dalam rekening-rekening administratif yang tidak mempengaruhi Laba Rugi. Dengan kebijakan ini, maka beberapa hal berikut, bisa kita hindari:

  • Mencegah 'biaya-biaya' yang terpaksa harus dikeluarkan (pajak, komisi, fee marketing, dll), padahal pendapatannya masih berbentuk piutang, yang mungkin saja suatu saat harus dibiayakan sebagai 'piutang tidak tertagih'.
  • Mengurangi resiko membagikan deviden berdasarkan pendapatan piutang yang bisa jadi tidak tertagih atau memerlukan proses pencairan yang lama, melampaui tahun buku.
  • Dampak lain terkait deviden:
    • muncul hutang deviden
    • pajak deviden tetap harus dibukukan dan dikeluarkan. ┬áPadahal, deviden nya sendiri belum diterima, bahkan mungkin tidak akan diterima, karena piutang tidak tertagih.
    • deviden terlanjur dikeluarkan (cash out), padahal pendapatannya sendiri tidak tertagih.

Jebakan Biaya

Untuk menghindari 'jebakan biaya', maka kebijakan akuntansi yang kita terapkan adalah pencatatan 'Accrual Basis'. Catat dan jurnal kan biaya pada waktunya, meskipun uang nya tidak ada. Bukukan sebagai biaya pada hutang, jika uang nya memang belum ada. Kebijakan ini untuk menghindari 'jebakan', seolah-olah kita untung x rupiah, padahal ada beban biaya yang belum dikeluarkan.

Demikian. Howgh.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

shares